Translate

Monday, January 26, 2015

Pemahaman Azas ala Michael Jordan

·         Azas atau fundamen adalah bagian yang paling krusial dalam permainan di NBA. Semua hal yang saya lakukan, segala hal yang saya capai, bisa ditelusuri dari cara saya memahami azas dan bagaimana saya menerapkannya pada kemampuan saya.
·         Azas sesungguhnya adalah unsur-unsur pembangun dan prinsip dasar yang membuat segala sesuatu bekerja. Saya tidak peduli apa pun yang kamu lakukan, apa pun yang berusaha kamu raih; apabila ingin menjadi yang terbaik, kamu tidak bisa meremehkan azas. Banyak orang memiliki kemampuan yang luar biasa. Namun, jika mereka tidak tahu bagaimana menerapkan keterampilannya pada situasi tertentu, apakah mereka akan menjadi hebat? Kamu mungkin sangat menguasai peta lapangan permainan, tetapi apakah kamu bisa mencetak skor jika tidak berada dalam posisi untuk memasukkan bola (dunk)? Kamu mungkin bisa mengingat semua isi buku. Namun, apakah kamu mendapatkan pelajaran darinya?
·         Beberapa orang tidak mau memahami dan menerapkan azas. Mereka ingin buru-buru sehingga melewatkan beberapa langkah. Mereka ada yang tidak mau berlatih memegang bola, karena, menurutnya, mereka tidak akan banyak memegang bola dalam permainan. Mereka ada yang tidak belajar menguasai teknik lemparan karena yakin bentuk tubuhnya yang tinggi akan memudahkannya mencetak skor. Pada tahap awal mungkin kamu merasa bahwa azas tidak banyak berpengaruh, akan  tetapi pada akhirnya kamu akan merasakan akibatnya.


·          

Tips Mengenai Komitmen ala Michael Jordan

Seandainya dulu ketika baru lulus sekolah menengah umum saya tidak memiliki komitmen yang kuat atau enggan untuk meraih yang terbaik, mungkin saya sudah memilih jalan yang lebih mudah – tidak masuk ke North Carolina – dan memilih sekolah lain. Namun, saya tetap memilih North Carolina karena saya menyadari bahwa anak-anak asuhan Dean Smith diincar oleh tim-tim NBA. Banyak orang memberi tahu saya untuk menghindari rute yang sulit itu, tetapi saya tidak menurutinya. SAYA SUDAH TERPATERI, BERKOMITMEN PADA TUJUAN SAYA. Saya ingin mencari tahu. Saya ingin tahu di mana saya berdiri.
SAYA PERCAYA, KALAU KITA BEKERJA KERAS PASTI AKAN MENDAPAT HASILNYA. SAYA TIDAK PERNAH MENGERJAKAN SESUATU SETENGAH HATI. KARENA SAYA TAHU KALAU SAYA MENGERJAKAN SESUATU SETENGAH HATI, MAKA HASIL YANG SAYA PEROLEH JUGA SETENGAH-SETENGAH. Itulah sebabnya ketika saya mengikuti latihan, saya seperti mengikuti pertandingan yang sesungguhnya. Kamu tidak bisa hari ini tenang-tenang saja, dan besok baru habis-habisan. Saya tidak bisa ketika latihan hanya main-main, dan dalam pertandingan yang sesungguhnya baru serius. KEBERHASILAN BARU BISA DIRAIH APABILA KITA BERSUNGGUH-SUNGGUH PADA SETIAP TAHAP PENCAPAIAN TUJUAN.
AKAN TETAPI KEBANYAKAN ORANG LEMAH DALAM KOMITMEN. DAN ITULAH SEBABNYA MENGAPA BANYAK ORANG YANG GAGAL. Mereka sepertinya memiliki keinginan kuat untuk menjadi yang terbaik. Mereka mengeluarkan ucapan yang hebat-hebat, memamerkan penampilan yang luar biasa. NAMUN, PADA SAATNYA HARUS MENUNJUKKAN BUKTI, MEREKA HANYA MEMBERI ALASAN, BUKAN JAWABAN.
Di dunia olah raga, hampir setiap saat kamu melihat perilaku semacam itu. Kamu juga menemukannya pada teman atau rekan bisnis. Mereka menyampaikan jutaan alasan untuk tidak memenuhi janjinya. “Kalau saja saya diberi kesempatan khusus” atau “Kalau saja guru, pelatih, atau atasan memperlakukan saya lebih baik, maka saya bisa mencapai ini atau itu”. Semua itu hanya alasan saja.

Saturday, January 24, 2015

Tips Mengatasi Rasa Takut ala Michael Jordan

        Saya tidak pernah memikirkan konsekuensi dari lemparan bola yang gagal. Mengapa? Setiap kali berkonsentrasi pada kegagalan, kamu akan takut menghadapi hasil buruknya.
·         Ketika akan melompat ke dalam kolam renang, meskipun saya tidak bisa berenang, yang saya pikirkan adalah bagaimana agar bisa berenang, paling tidak agar tidak tenggelam. Saya tidak akan  berpikiran, “Saya tidak bisa berenang, jangan-jangan saya nanti tenggelam!”. JIKA SAYA MASUK KE DALAM SITUASI APA PUN, SAYA SELALU BERPIKIR BAGAIMANA CARANYA AGAR BERHASIL. SAYA TIDAK PERNAH BERPIKIR BAGAIMANA JADINYA KALAU NANTI GAGAL.
·         Namun, saya melihat beberapa orang yang dibekukan oleh rasa takut gagal. Rasa takut muncul karena pengaruh rekan-rekannya, atau terlalu banyak memikirkan konsekuensi buruknya. Mereka mungkin takut tampak bodoh atau dipermalukan. Saya tidak suka begitu.
·         Saya sadar, JIKA INGIN MERAIH SESUATU DALAM HIDUP INI, SAYA HARUS AGRESIF. SAYA HARUS BERLARI KELUAR DAN MENGEJARNYA. SAYA TIDAK PERCAYA KAMU BISA MENDAPATKAN SESUATU DENGAN CARA PASIF. SAYA TAHU, BAGI BEBERAPA ORANG, RASA TAKUT ADALAH HAMBATAN. NAMUN, BAGI SAYA, RASA TAKUT ADALAH ILUSI.

Monday, January 19, 2015

Tips Penetapan Tujuan ala Michael Jordan

·         SAYA SELALU MEMILIKI TUJUAN AKHIR UNTUK MENJADI YANG TERBAIK, TETAPI SAYA MENDEKATINYA SELANGKAH DEMI SELANGKAH. Itulah sebabnya, begitu lulus sekolah menengah umum, saya tidak takut datang ke Universitas of North Carolina.
·         Semua orang mencegah saya untuk mendaftar ke University of North Carolina, karena beranggapan saya tidak akan bisa main pada level itu. Menurut mereka, sebaiknya saya masuk ke Air Force Academy saja, karena begitu lulus dari sana saya bisa segera mendapat pekerjaan. Semua orang memiliki agenda yang berbeda untuk saya. Namun saya memiliki agenda sendiri.
·         SAYA SELALU MENETAPKAN TUJUAN JANGKA PENDEK. Seingat saya, SETIAP LANGKAH ATAU KEBERHASILAN MENGANTARKAN SAYA MENUJU LANGKAH ATAU KEBERHASILAN BERIKUTNYA.
·         BELAJAR DARI KEGAGALAN/KESALAHAN SEKALIGUS BERTEKAD UNTUK TIDAK MENGALAMINYA LAGI: Ketika dikeluarkan dari tim kompetisi di sekolah menengah umum, saya belajar sesuatu. Saya bertekad untuk tidak merasakan kepahitan semacam itu lagi. Saya tidak ingin mulut saya mengecap kegetiran semacam itu lagi, dan saya tidak ingin perut saya merasakan kemualan semacam itu lagi.